Mengenal Gaharu dan Manfaatnya

Gaharu merupakan tumbuhan tropis yang memiliki banyak manfaat, terutama pada bagian getah membeku dari batang, yang biasanya disebut sebagai gubal. Komposisi kimia dalam gubal gaharu memberikan manfaat tersendiri, antara lain sebagai parfum, obat batuk, anti bakteri, anti jamur, dan insektisida.

Di Indonesia gaharu terutama berasal dari tumbuhan Aquilaria malaccensis, A. microcarpa, A. filaria, dan Gyrinops verstegii genus lainnya, seperti Gonystylus, Wikstroemea, Dalbergia, dan Excocaria.

Pemerintah Indonesia telah memulai ekspor kayu gaharu yang bernilai tinggi ini sejak tahun 1990-an, dengan tujuan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Taiwan, Singapura, Hong Kong, Amerika, dan Eropa; dan sejak 2011 ke China.

Gubal gaharu atau bagian kayu yang masih muda terdiri dari sel-sel yang masih hidup, terletak di sebelah dalam kambium dan berfungsi sebagai penyalur cairan dan tempat penimbunan zat-zat makanan, terbentuk sebagai respons infeksi oleh perlakuan fisik, fungi, ataupun serangga, baik secara alami maupun diinduksi dengan sengaja, sehingga fitoaleksin terbentuk sebagai pertahanan diri tumbuhan.

Kebutuhan pasar yang tinggi dan lahan yang semakin terbatas menyebabkan harga gaharu meningkat dan eksploitasi yang berakibat menurunnya populasi di alam. Meskipun telah dimasukkan ke dalam tumbuhan yang dilindungi, penebangan liar gaharu tetap terjadi, bahkan meningkat.

Oleh karena itu, penanaman gaharu dan panen gubal yang dihasilkan dari proses induksi yang disengaja merupakan salah satu solusi untuk menghindari eksploitasi liar. Potensi ekspor dan harga yang tinggi telah menggairahkan petani atau pemilik tanah untuk menanam gaharu, meskipun panennya baru akan dirasakan bertahun-tahun kemudian.

Kementerian Kehutanan telah melakukan pengumpulan data penanaman gaharu secara nasional, sebesar lebih dari 2,2 juta batang pohon yang tersebar di 29 provinsi pada tahun 2011 yang diduga saat ini jumlah penanam telah bertambah.

Berbagai inokulan telah diproduksi dan dijual, baik dari hasil riset maupun coba-coba tanpa dasar ilmiah. Inokulan bisa berisi bahan hidup, seperti jamur Fusarium dan Acremonium, dan bahan-bahan kimia, seperti asam salisilat, jasmonat, metil jasmonat, etilen, hidrogen peroksida dan superoksida radikal.

Ada pula inokulan yang dirahasiakan kandungannya karena terkait hak paten, inokulan yang diklaim dapat menginduksi pembentukan gubal banyak ditawarkan dengan harga yang cukup tinggi, yaitu dalam ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Namun, terdapat ketidakpastian kualitas gubal yang dihasilkan.

Sumber : Beberapa Sumber

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *